Dirgahayu Indonesiaku yang ke-65, semoga lebih maju lagi, lebih sejahtera, lebih segala-galanya.
Apa sebenarnya arti kemerdekaan itu? Apakah kemerdekaan itu adalah suatu kebebasan? Kebebasan yang seperti apa yang seharusnya kita raih?
Kata merdeka berasal dari kata Sanskerta merdika yang artinya pandai, terhormat, bijaksana, dan tidak tunduk kepada seseorang selain raja atau Tuhan. Dalam bahasa Melayu, merdika berarti bebas, baik dalam pengertian fisik, kejiwaan, maupun dalam arti politik. Dalam pengertian Negara, kemerdekaan merupakan suatu keadaan atau kondisi Negara yang tidak dijajah atau berada di bawah kekuasaan atau ideologi lain. (Ensiklopedi Nasional Indonesia jilid 8: h. 341).
Bulan Ramadhan bagi bangsa Indonesia adalah bulan kemerdekaan, terlebih bagi ummat Islam, bulan Ramadhan dijadikan sebagai media meraih kemerdekaan. Bangsa Indonesia meraih kemerdekaannya pada tanggal 17 Agustus 1945, bertepatan dengan 17 Ramadhan 1362. Ini berarti ada hibungan historis-semiotis antara bulan Ramadhan dan hari kemerdekaan Republik Indonesia. Ummat Islam Indonesia patut bersyukur karena di bulan suci ini bangsa Indonesia meraih kemerdekaannya.
Begitulah Ramadhan, dan demikianlah kemerdekaan yang dianugerahkan Allah Yang Maha Kuasa kepada bangsa Indonesia. Umat Islam dan bangsa Indonesia mengapa pada umumnya tidak memanfaatkan Ramadhan dan Kemerdekaan dengan maksimal dan sebaik-baiknya? Sebagian besar meski bulan Ramadhan umat tidak banyak yang fokus meningkatkan ibadahnya menjadi lebih maksimal dan sempurna. Terkadang lebih banyak yang biasa-biasa saja, malahan ada pula mereka yang bersikap tidak perduli dengan bulan suci ini dan terus saja maksiat bahkan meningkatkan prilaku durhakanya. Demikian pula dengan anugerah kemerdekaan, ada memangnya mereka yang bersungguh-sunguh dengan jiwa merdeka mengabdi Negara dan bangsanya, namun banyak pula yang sebaliknya. Mereka bukan mempertahankan, mengembangkan, dan membangun Negara dan bangsanya, akan tetapi mereka berebut kekuasaan dan jabatan, selanjutnya tidak berkiprah dengan ikhlas untuk membangun kesejahteraan rakyat dan negaranya. Malahan banyak pula yang menyalahgunakan wewenang dan kekuasaan serta jabatannya demi kepentingan diri sendiri atau kelompoknya, karena keberangkatannya meraih jabatan dengan money politik sehingga setelah memperoleh jabatan maunya hanya ingin mengeruk aset-aset Negara demi mengembalikan modalnya bahkan berlebih . Demikian pula DPR yang bolos, rekening gendut perwira polri, koruptor diberbagai departemen terutama perpajakan, pejabat malah jadi penjahat, penegak hukum malah melanggar hukum, pengadilan malah jadi penghianatan, direktur bank malah jadi pelacur bank, singkat kata kemerdekaan Indonesia telah meluncur jadi Negara penghutang terbesar, Negara terkorup terbesar, dan lain-lain yang rasanya sungguh memalukan.
Setelah 65 tahun Indonesia merdeka, ternyata kita belumlah merdeka sepenuhnya. Masih banyak masalah yang seharusnya tidak terjadi di negeri yang sudah merdeka ini. Kemiskinan, pengangguran, korupsi, pelanggaran hukum, dan masih banyak lagi masalah yang terjadi di negeri ini. Kita juga masih terkekang oleh bangsa-bangsa barat, yakni bangsa-bangsa Eropa dan Amerika. Indonesia masih bergantung kepada bangsa barat dalam segala hal terlebih dalam hal teknologi dan ekonomi. Bangsa kita ini belum menemukan jati diri yang sesungguhnya, akan dibawa kemana bangsa yang besar ini? Apa tujuan kita yang sesungguhnya? Inilah tugas kita para pemuda untuk membawa bangsa Indonesia ke arah yang benar, ke arah kemerdekaan yang sebenar-benarnya.
Lalu, apakah merdeka itu berarti bebas sebebas-bebasnya?
TIDAK!
Merdeka adalah suatu kebebasan yang dilandasi pengendalian diri, tanggung jawab dan saling menghargai serta menghormati hak dan kewajiban masing-masing individu.
Di bulan Ramadhan inilah kita di-gembleng agar kita menjadi insan yang merdeka dengan dilandasi pengendalian diri, tidak terkekang oleh hawa nafsu Syaithoniyyah dan nafsu Hayawaniyyah.
Apa hubungan antara bulan Ramadhan dan hari Proklamasi Republik Indonesia?
Marilah kita tengok sejarah kemerdekaan kita, pendahulu kita melewati beberapa fase sebelum meraih kemerdekaan:
1. Perjuangan perang
2. Perjuangan diplomasi
3. Proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia
Di bulan Ramadhan kita juga melalui beberapa fase:
1. Rahmah (kasih sayang Allah) pada 10 hari pertama.
2. Maghfirah (ampunan) pada 10 hari kedua.
3. 'Itkum minan naar (terbebas dari api neraka) pada 10 hari terakhir.
Terbebas dari api neraka ('itkum minan naar) adalah kemerdekaan hakiki bagi ummat Islam.
Selama sebulan ummat Islam dididik untuk meraih 'Itkum minan naar. Hal itu melalui beberapa proses yang tidak instan, perlu pengorbanan, seperti para pejuang pendahulu kita.
Maka dari itu marilah kita jadikan bulan suci ini sebagai media pembebasan diri kita dari api neraka.
DIRGAHAYU INDONESIA KE-65......




Tidak ada komentar:
Posting Komentar